• Pendidikan:

    • TK–SD: HighScope Jakarta
    • SMP–SMA: Labschool Kebayoran
    • S1 Hukum Perdata & Tata Negara: Universitas Indonesia
    • S2 Hukum Perdata & Tata Negara: Universitas Indonesia
    • Exchange: Leiden University, Netherlands (2018, Comparative Corporate Law & Public Policy)
  • Pekerjaan: Deputi Direktur Riset & Kebijakan Hukum Korporasi, SANGGA Policy Forum (Think Tank Hukum & Kebijakan)

    • Posisi strategis dalam lembaga yang sering bekerja sama dengan pemerintah, DPR, atau lembaga yudikatif (MK, MA, KY).
    • Tugas utamanya adalah merancang, menelaah, dan memberi rekomendasi kebijakan hukum ****yang berkaitan dengan dunia usaha, investasi, dan korporasi negara-swasta.
  • Fokus Kegiatan:

    • Riset Kebijakan & Analisis Regulasi, ****dimana tugasnya menganalisis rancangan undang-undang (RUU) atau peraturan pemerintah yang berkaitan dengan investasi, BUMN, sektor konstruksi, hingga tata kelola proyek publik.
    • Naskah Akademik & Policy Brief, ****menyusun policy brief dan white paper sebagai dasar argumentasi hukum untuk mendorong kebijakan tertentu.
    • Advokasi Kebijakan, lembaga ini memberi masukan resmi ke lembaga seperti DPR atau Kemenko Perekonomian dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat). Terkadang jadi narasumber ahli dalam sidang MK (terutama jika terkait judicial review UU korporasi, investasi, atau proyek publik).
    • Backchannel Policy melalui hubungan “off-record”, Alstair bisa mengirim policy memo ke elite politik atau pejabat tertentu untuk memengaruhi arah kebijakan tapi tetap di bawah radar. Seperti memberi analisis hukum tentang cara legal mempercepat tender proyek air bersih di daerah, atau membantu pihak tertentu menyusun “narasi kebijakan” agar bisa disetujui DPR.
  • Rencana Kedepannya:

    Setelah beberapa tahun mengamati sistem tender pemerintah dan inefisiensi antar instansi, Alstair berencana untuk membangun perusahaannya sendiri. Didukung dengan reputasinya di SANGGA membuat lembaga seperti Kementerian PUPR, PLN, dan beberapa kontraktor swasta mempercayai riset mereka. Beberapa rencana model bisnis yang akan di bangun:

    • Konsultan hukum dan kebijakan infrastruktur publik.
    • Spesialis kontrak kerja sama pemerintah-swasta, pembiayaan proyek, dan manajemen risiko hukum.
    • Membangun sinergi antara think tank, sektor konstruksi, dan lembaga keuangan.

    Hasil akhir dari rencana ini agar bisa ditunjuk menjadi tim legal advisory eksternal dalam proyek Public–Private Partnership (PPP) di bawah PUPR untuk memastikan proyek senilai triliunan berjalan sesuai hukum.

  • Trivia Karakter:

    • Selalu memulai pagi dengan menulis di buku kecil: tulisan kadang berisi refleksi diri, kadang cuma kata acak yang terlintas di kepala.
    • Punya rasa ingin tahu besar soal dunia dapur: setiap kali mencoba masak, selalu ada barang yang pecah atau bau gosong. Tapi tetap saja satu keinginannya mengikuti ajang kompetisi Master Chef Indonesia.
    • Hanya minum kopi hitam dingin tanpa gula, satu hari bisa habis minimal tiga gelas.
    • Di meja kerjanya lilin aromaterapi selalu menyala biar gak pusing-pusing banget dengan semua kerjaan.
    • Jam tangan kesayangannya adalah hadiah dari Bunda saat memasuki umur 17 tahun. Jam tangan itu sudah tua, tapi terus Alstair pakai, hanya talinya yang sering diganti biar tetap terlihat modern.
    • Masih sering bawel kalau adik-adiknya belum pulang, seolah mereka masih anak kecil yang harus terus dijaga.
    • Tidak suka di foto, tapi diam-diam sering mengambil foto orang-orang yang ia sayang.
    • Jarang mengekspresikan emosi, tapi seketika luluh kalau dipeluk (apalagi kalau dipeluk sama orang yang dia sayang).
    • Saat berdiskusi serius, Alstair selalu mengambil jeda sebelum menjawab supaya kata-katanya tidak melukai siapa pun.
    • Ceroboh, hal-hal kecil bisa saja jadi masalah besar untuknya. Seringkali Alstair menabrak atau menjatuhkan barang-barang dirumah dengan alasan, “gak kelihatan.”
  • Pro’s:

    • Mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
    • Dapat dipercaya, banyak orang datang padanya untuk mencari saran.
    • Teguh memegang prinsip, tidak mudah terbawa arus.
    • Berbicara dengan sopan namun cenderung dingin.
    • Berjalan sesuai dengan prioritas, jadi tidak ada yang merasa ditinggalkan olehnya.
  • Con’s:

    • Terlalu banyak berpikir hingga kadang menghambat dirinya sendiri.
    • Sering menahan emosi terlalu lama sampai akhirnya meledak.
    • Perfeksionis, sulit merasa puas dengan hasil kerja sendiri.
    • Terlihat santai, padahal sebenarnya terus bekerja di balik foya-foya.
    • Sulit ditebak: orang lain tidak pernah benar-benar tau apakah Alstair sedang marah, lelah, sedih, atau hanya sekedar berpikir.